Mengenal Investasi Reksadana

Beberapa waktu (baca: tahun) yang lalu, saya menulis beberapa artikel reksadana, namun dalam konteks teknis yang “aneh” seperti review, performa, pertimbangan, atau semacamnya…

Mengenal investasi reksadana

Sebetulnya, apa sih reksadana itu?

Mari mengenal investasi reksadana šŸ™‚

Reksadana, dalam bahasa betawinya disebut “Mutual Fund“, atau dalam bahasa jawanya juga ada yang bilang “Unit Trust“.
Berdasarkan UU Pasar ModalĀ No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Atau dari situs OJK (Otoritas Jasa Keuangan), disebutkanĀ Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti : saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Ya… ya… kalo cuma search gitu doang mah gampang… Tapi maksudnya gimana?
Gampangnya gini, beberapa orang patungan, hasil patungannya yang terkumpul itu kemudian dibelikan deposito, obligasi, atau saham.

Ooo… gitu doang… Kalo cuma gitu kenapa harus patungan?
Gini ceritanya…

  1. Untuk deposito udah pada tau lah, sejuta juga udah bisa buka deposito, tapi, kalo duit yang mo di depositokan sampe 1 milyar atau lebih, kita bisa nego bunga yang bank kasih, atau biasanya dapet “harga khusus”. Ambil contoh bank P*rm*t* (dari pusat data kontan 20 Jan. 2014) untuk deposito 1 bulan 8,13% per thn. Nah, kalo kita punya dana 5 atau 20 milyar, kita bisa nego, kita minta bunga 8,5 atau 8,75%, kan jauh lebih besar jadinya kalo patungan.
  2. Untuk Obligasi (Obligasi itu apa??? Obligasi itu surat utang hehehe, cuma biar keliatan keren, dikasihlah nama obligasi :D), kalo ga salah, minimal pembelian obligasi itu 500 juta (sumber ga jelas :D). Ada sih surat utang retail macam ORI (Obligasi Ritel Indonesia) atau SukRI (Sukuk Ritel, surat utang ‘syariah’) yang bisa dibeli 5 jt, tapi berapalah dapetnya šŸ˜€
  3. Untuk saham sih, per 2014 peraturan lembar pembelian minimal udah 100 lembar dari 500 lembar, jadi ga terlalu signifikan. Tapi coba deh, kalo ente mo beli sahamnya PT. Semen Indonesia Tbk (SMGR.JK) apa bisa beli cuma pake duit 100-500 ribu? minimal (20 Jan. 2014) 1,5 juta lah. Ya ada sih kaya FREN (smartfren) yang harganya cuma 50 rupiah per lembar, tapi apa bener pilihan sahamnya itu?
  4. Selain faktor nominal pembelian, apa kita sebagai pemula di bidang pasar modal punya waktu untuk riset?
    Untuk deposito, riset kesehatan dan kelayakan banknya, juga besaran bunga. Untuk obligasi, riset kemampuan bayar perusahaan yang ngutang. Dan untuk saham, riset untuk mencari saham perusahaan yang layak untuk dibeli, dan di harga berapa kita membeli/menjualnya untuk mendapatkan return yang optimal.
Baca juga :   Bagaimana menghitung keuntungan reksadana?

Nah, dari beberapa faktor diatas itulah, makanya ada yang namanya Manajer Investasi (MI). MI ini yang mengumpulkan dana dari masyarakat/calon investor dan mengelolanya (sudah pasti ada imbalannya :D). Eh, nitipin duit ke orang, beneran aman? ntar dibawa kabur lagi….
Nah, makanya ada BAPEPAM, OJK, yang bertugas membuat peraturan dan mengesahkan secara hukum MI yang ada. Kalau mau MI yang terpercaya, lihat dari situsnya BAPEPAM-LK, ada ga data legalitasnya, kalo ga ada, berarti bodong. Udah gitu, yang namanya reksadana, kita beli bukan ke rekening perorangan, tapi ke rekening produk yang udah disiapkan ama MI di bank yang terpisah (disebut kustodian). Fungsi bank kustodian ini, biar MI ga bisa macam-macam ama dana investor, karena setiap transaksi harus melalui bank kustodian dan ada laporannya tertulis. Bahkan dana kita pun bakalan dilaporkan setiap bulan oleh MI & bank kustodian (ini yang benar).

Selain itu, dengan reksadana, kita jadi bisa “invest obligasi, saham” hanya dengan 100 ribu rupiah.
HAH??? 100 RIBU? Serius?
Serius, pake banget. Walaupun ga semua MI mau nerima 100ribu. Ada yang minimal pembelian 250rb, 500rb, 25juta juga ada (yang terakhir ini mah, mending cari yang laen)…

Jadi, begitulah cerita singkat mengenal investasiĀ reksadana. Diharapkan, dengan kemudahan dan keringanan pembelian, masyarakat akan tertarik, dan ikut serta meramaikan pasar modal Indonesia, selain juga untuk memperbaiki masa depan masyarakat yang berinvestasi itu sendiri…

Berikut video sederhana yang menjelaskan mengenalĀ investasi reksadana dari bareksa.com.

Jika ada informasi yang kurang dan seharusnya berada di artikel ini, silakan hubungi saya atau berikan komentar di bawah. Akan saya lengkapi semampu saya dengan bahasa yang diusahakan sesederhana mungkin.

Baca juga :   Waktu terbaik membeli reksadana, kapan?

Untuk tulisan berikutnya, bisa dicoba untuk membahas apa aja kelebihan serta kekurangan reksadana.

DISCLAIMER : Penyebutan merk/nama produk bukan sebagai rekomendasi atau sinyal beli atau jual, melainkan hanya sebagai kepentingan informasi dan data saja. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.Ā Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Author: Febriadi

Male, over quarter century old...

2 thoughts on “Mengenal Investasi Reksadana”

  1. Maaf mas mau tanya kalo investasi reksadana gk punya npwp gimana ya bisa atau tidak ?

    terima kasih atas kunjungannya ke blog saya,

    Mulai tahun 2013 (kalau tidak salah), calon investor reksadana wajib memiliki NPWP. Kalau mbak Putri ga punya NPWP karena masih sekolah/belum bekerja/dibawah 21 tahun, bisa menggunakan NPWP orang tua.

    Jika mbak Putri ingin mencoba peruntungan, bisa dicoba untuk datang ke MI untuk mendaftar reksadana tanpa NPWP, mudah2an bisa.

    Demikian dari saya, mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.
    Terima kasih.

  2. selamat malam,

    saya masih muda baru 2 tahun terjun di dunia kerja ..saya sedang tertarik investasi tetapi belum mengerti..saya ingin belajar lebih dalam mengenai reksadana ..apakah bapak ada wa atau bbm ?? saya senang sekali kalau bapak mau mengajar lebih dalam.. balas emailku ya pa

    terima kasih

    Melisa

    Terima kasih atas kunjungan bu Melisa ke blog saya, untuk bertanya bisa disini atau bisa juga kirim ke e-mail saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *