Memilih reksadana terbaik secara sederhana untuk pemula

Memilih reksadana seperti juga memilih hal lain, ada banyak caranya, mulai dari yang ruwet bin rumit, sampai ke yang sederhana. Tanpa harus dipersulit, untuk pemula, memilih reksadana terbaik itu sebetulnya sederhana. Tapi disini, reksadana terbaik bukanlah sekedar reksadana yang memiliki return tertinggi, melainkan reksadana yang paling sesuai dengan profil kita sebagai calon investor dan paling aman dari sisi legalitas hukum (meminimalisir kasus/masalah). Bukankah sesuatu yang sesuai dengan kita, itu yang terbaik?

Misalkan kita calon investor yang berprofil konservatif, trus invest di reksadana saham yang disematkan sebagai reksadana terbaik oleh majalah investasi karena return nya tinggi, eh pada tahun berjalan ternyata IHSG dan RDS tersebut turun -25%, kita stress lalu merealisasikan kerugian tersebut dengan menjualnya, itu berarti bukan yang terbaik untuk kita. Justru profil konservatif takut dengan penurunan yang banyak tersebut dan lebih sesuai dengan investasi reksadana yang adem-ayem seperti reksadana pasar uang. Maka reksadana terbaik untuk kita justru Reksadana Pasar Uang, barulah kita cari, mana RDPU yang memiliki return historis tertinggi.. Begitu pula untuk investor moderat dan agresif, ataupun dengan jenis reksadana lainnya.

Oke, cukup pembukaannya… Berikut langkah-langkahnya…

  1.  Tentukan jangka waktu investasinya (berapa tahun mo invest? berapa lama uangnya mau di pendam di reksadana?), atau kalau pemula, bisa coba pilih reksadana pasar uang dulu. Jangka waktu investasi ini berhubungan dengan pemilihan jenis reksadananya apakah reksadana pasar uang, pendapatan tetap, reksadana campuran, atau reksadana saham. (Kalo ngotot tetep pengen reksadana saham ya ga pa pa sih… :D)
    Calon investor pemula, biasanya cuek aja item pertama ini, tapi begitu lagi invest tiba-tiba butuh uang dan return RD nya lagi turun, akhirnya jual rugi, abis itu nyesel atau takut ketemu lagi ama reksadana 😀
  2. Setelah menentukan jangka waktunya, pilih jenis reksadana yang sesuai dengan jangka waktunya.
    1. Untuk investasi kurang dari atau sama dengan 1-2 tahun, akan lebih aman & tenang untuk investasi di Reksadana Pasar Uang.
    2. Untuk waktu investasi antara 2 – 4 tahun (sebetulnya 1-3 tahun, namun pengalaman saya udah hampir 3 tahun “nyangkut” jadi lebih aman 4 tahun), silakan berinvestasi di Reksadana Pendapatan Tetap.
    3. Jika rentang waktu yang dipilih antara 4-5/6 tahun, akan lebih aman jika berinvestasi di Reksadana Campuran (ini juga bisa jadi pilihan untuk calon investor yang agak konservatif.
    4. Nah, kalo memutuskan untuk investasi masa depan, atau uangnya baru akan digunakan diatas 5 tahun lagi, silakan pilih Reksadana Saham sebagai kendaraan investasi anda 🙂
  3. Berikutnya, pilih Manajer Investasi. Apa sih manajer investasi? Manajer Investasi (atau disingkat MI), itu lembaga yang bakalan ngurusin duit kita mau di belikan instrumen apa, berapa banyak, dll… So, pilih MI yang memiliki track record yang baik dan terpercaya. Gimana taunya?
    1. Untuk terpercaya, logika sederhananya adalah semakin terpercaya, semakin banyak yang berinvestasi di produk MI tersebut, hal ini bisa dilihat dari nilai AUM (Asset Under Management) MI tersebut. Bisa dilihat di bapepam, namun disarankan lihat di daftar MI pada situs portalreksadana.com (login dulu tapi :D, trus lihat menu di bagian kanan – Peringkat Manajer Investasi). Ambil/pilihlah 10 MI dengan AUM tertinggi.
    2. Sedangkan track record, pilih MI yang produknya cukup sering mendapatkan peringkat terbaik. Ini biasanya bisa didapatkan dengan googling, (ini pilihan/opsional)
  4. Sejauh ini, udah jelas mau ambil jenis reksadana apa dan ada target MI yang mana. Selanjutnya pilih reksadananya… Untuk amannya, pilih produk yang sudah cukup umur (lebih dari atau sama dengan 5 tahun). Kenapa 5 tahun? Karena dalam waktu 5 tahun, banyak turun-naik ekonomi terjadi. Dalam 5 tahun IHSG bisa di titik terendah dan tertinggi, jadi sudah teruji dengan kondisi terbaik dan terburuk. (Kaya pemilu aja 5 tahun… :D)
    Gimana taunya produk tersebut sudah berumur 5 tahun atau lebih? Lihat dari inception date atau tanggal awal peluncuran reksadana tersebut.
    Bisa dilihat di prospektus atau FundFactSheets dari masing-masing reksadana. Cara sederhananya bisa dilihat dari harga NAB nya, biasanya NABnya cenderung lebih tinggi dari produk yang umurnya lebih muda (biasanya sih > Rp. 1500/unit).
  5. Sampai sini, biasanya cuma tersisa tidak lebih dari 2-5 buah reksadana. Pastikan pilih reksadana yang NAV nya lebih dari 25 Milyar Rupiah. Kenapa? Karena berdasarkan peraturan Bapepam LK, Reksadana yang memiliki dana kelolaan (NAV) kurang dari 25 milyar, akan/harus dibubarkan 😀
    Taunya darimana? Buka http://aria.bapepam.go.id/reksadana/ , pilih menu Statistik – Perkembangan NAB per RD, kemudian isikan/pilih RD dengan klik icon kaca pembesar di kanan/ujung form, lalu Proses. Akan terlihat dalam tabel, berapa NAB/NAV dari reksadana tersebut.
  6. Yang terakhir, baru dipilih dari return historis yang tertinggi. Bisa diliat dari infovesta.com. Pilih jenis reksadananya, kemudian urutkan berdasarkan returnnya (3 tahun atau 1 tahun, disarankan 3 tahun :D).
    Lagi mengurutkan tiba-tiba liat RD lain yang returnnya lebih tinggi untuk jenis yang sama? ga masalah kalau mau pilih, yang penting syarat-syarat diatas terpenuhi semua 😀
Baca juga :   Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula

Mudah dan sederhana bukan? Berdasarkan pengalaman pribadi, saya biasanya menambahkan unsur kemudahan memperoleh informasi produk selengkap-lengkapnya. Tapi 10 besar MI secara umum cukup mudah memperoleh informasi produknya bahkan juga mudah membeli produknya…

Lebih memilih reksadana syariah? ga masalah, langkah-langkah diatas bisa juga diaplikasikan untuk mencari reksadana syariah terbaik untuk pemula, tinggal menambahkan satu langkah lagi setelah langkah ke-3. Langkah tersebut yaitu, hanya memilih reksadana yang syariah saja (untuk RDPU yang umum biasanya hilang/habis/kosong nih, kecuali ada produk baru RDPU syariah).

Walaupun langkah-langkah memilih reksadana terbaik untuk pemula ini terbilang sederhana, tetap harus diingat, bahwa kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan, dan selalu BACALAH prospektus dan FundFactSheet nya sebelum membeli/memutuskan membeli produknya.

Untuk cara membeli reksadana bisa dibaca disini, sedangkan untuk cara membaca prospektus, akan saya tuliskan di artikel lain.

Author: Febriadi

Male, over quarter century old...

31 thoughts on “Memilih reksadana terbaik secara sederhana untuk pemula”

  1. pak,kalau saya ada dana nganggur misal 10jt enaknya ikut reksadana yang mana?
    saya bingung dengan jangka 1,2,5 thn itu maksudnya apa? apa selama kurun waktu perjanjian tsb kita tidak boleh menjualnya atau gimana pak?
    kalau reksadana itu bisa dijual kapan saja kita mau? misal baru 1 bulan ikut terus bulan depan dijual lagi.
    terimakasih

    Maksudnya jangka waktu itu begini pak Ardi.
    Misalkan seperti pak Ardi, ada dana menganggur 10jt, berapa lama dana itu nganggur? apakah baru akan digunakan 1 tahun lagi? 2 tahun lagi atau mungkin 10 tahun lagi?

    Jika pak Ardi adalah tipe orang yang konservatif dan dana tersebut baru akan digunakan beberapa bulan s/d 2 tahun lagi, lebih bijak jika pak Ardi memasukkan dana tersebut ke Reksadana Pasar Uang.
    Namun jika pak Ardi adalah tipe orang yang moderat, bisa saja dimasukkan ke Reksadana Pendapatan Tetap.
    Sedangkan jika pak Ardi adalah tipe orang yang agresif, dan dana 10jt tersebut bukan dana yang dianggap penting (berani mencoba dengan resiko nilainya berkurang -diatas kertas, bukan riil-) maka pak Ardi boleh mencoba memasukkan ke Reksadana Campuran, walaupun kurang bijak.

    Reksadana itu dapat dibeli dan dijual kapan saja (kecuali hari sabtu/minggu/libur), pak Ardi beli hari jumat 7 Nov. 2014 sebelum jam 13.00 WIB (jika diatas jam 13.00 WIB maka dianggap besoknya) kemudian dijual senin 10 Nov. 2014 pun bisa. Dan itu berlaku untuk semua jenis Reksadana terbuka (RDPU, RDPT, RDC, RDS).

    Walaupun boleh beli hari ini jual bulan depan, perlu diperhatikan fee beli/jualnya. Ada beberapa reksadana yang mengenakan fee beli/jual jika kurang dari 1 tahun. Reksadana yang bebas fee setau saya Reksadana Pasar Uang. Untuk beberapa Reksadana Pendapatan Tetap ada yang mengenakan, ada yang tidak.

    Demikian penjelasan dari saya, mudah2an bisa memperjelas.

  2. Pak mau tanya, caranya kita tahu reksadana kita harus dijual/beli itu gimana? Apakah nanti MI yang akan menghubungi kita? Mohon bantuannya karena saya msh pemula banget dan pingin coba inves reksadana, terimakasih banyak untuk penjelasannya diatas, sangat membantu.

    Selamat siang bu Vivi (asumsi saya anda adalah perempuan karena saya punya rekan yang bernama Vivi juga perempuan), terima kasih sudah berkunjung di blog saya.

    Apakah maksudnya bu Vivi “caranya kita tahu reksadana kita harus dijual/beli” itu berarti kapan kita harus beli/jual reksadananya? Jika ya, maka waktu dan keputusan membeli atau menjual reksadana itu bukanlah dari MI melainkan dari kita sendiri.

    Kapan kita harus menjual atau membeli reksadana? Tidak ada ilmu pasti untuk menjawabnya. Namun ada beberapa cara sederhana, yaitu :
    1. Jika waktu investasinya sudah memasuki target. Misalkan bu Vivi menargetkan untuk berinvestasi selama 3 tahun, dan setelah 3 tahun tersebut investasinya bertumbuh, dan memang dananya sudah waktunya dicairkan, maka saat itulah reksadananya dijual kembali.

    2. Jika prosentase return/pendapatannya sudah sesuai target. Sama dengan sebelumnya, hanya misalkan ditargetkan mendapatkan return 20% dan saat ini return nya sudah 23%, maka saat itulah dijual.

    3. Saat IHSG sedang tinggi untuk menjual, atau saat IHSG sedang anjlok untuk membeli.

    4. Atau bisa dipelajari technical analysis yang menggunakan chart.

    Dan masih banyak lagi cara-cara lain yang sering dipergunakan oleh para investor. Semua tergantung masing-masing investornya. MI hanya melayani pembelian dan penjualan.

    Demikian penjelasan dari saya, semoga berkenan dan bisa memberikan pencerahan.
    Terima kasih.

  3. salam sejahtera
    Pak klw saya ada dana 200 jt idealnya itu langsung saya msukin reksadana atau dicicil?

    Salam sejahtera untuk pak Toto & keluarga.
    Syarat & ketentuan berlaku ya Pak. Maksudnya kurang lebih gini :
    – Dana 200jt tersebut bukan dana yang hendak digunakan untuk membayar hutang.
    – Dana tersebut bukan dana yang akan digunakan dalam keadaan darurat.
    – Pilihan resiko pak Toto, apakah konservatif (cari aman), moderat (risiko dikit okelah), atau agresif (ga peduli resiko tinggi jangka waktu pendek, yang penting 5-10 tahun lagi uang saya berlipat).
    – Jika konservatif, maka semua bisa dimasukkan sekaligus kedalam reksadana pasar uang.
    – Jika moderat, bisa sebagian masuk reksadana pasar uang, dan sebagian dicicil di reksadana saham.
    – Jika Agresif dan dana tersebut tidak untuk digunakan dalam waktu 5-10 tahun lagi, bisa dimasukkan semuanya, menunggu IHSG jeblok/turun paling tidak 2,5% dalam sehari, atau bisa melihat di portalreksadana MA crossing centang hijau.

    Demikian dari saya, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Dan seperti biasa, disclaimer on.

  4. pak, saya mau nanya….pertama, kalo RD itu dibubarkan maksudnya gmn? investasi kita jd hilang atau gmn? kedua, kalo saya ingin mendapat return yg bs saya ambil tiap bulan dgn hasil yg lumayan, mending pilih RD yg apa?? pasar uang, pendapatan tetap atau campuran?? mohon pencerahan…trimakasih

    selamat datang di blog saya mbak Dona.
    gini, untuk yang pertama, dibubarkan itu (kalau ga salah) RD tersebut dihentikan dan dana nasabah yang tersisa dikembalikan. Dalam kondisi seperti ini, biasanya sih rugi.
    untuk yang kedua, reksadana bukanlah instrumen investasi yang menjanjikan/memberikan keuntungan tetap setiap bulannya seperti deposito atau surat utang/obligasi/sukuk.
    Jadi kalau mbak Dona menginginkan investasi yang teratur memberikan keuntungan setiap bulan, ada baiknya mbak Dona hanya berinvestasi di deposito atau surat utang/sukuk/obligasi. Reksadana pasar uang yang aset dibawahnya adalah deposito ataupun surat utang jangka pendek pun, saat ini sistemnya sudah NAB turun/naik tidak seperti dulu yang selalu tetap. Dalam artian, hasil investasinya tidak dijanjikan setiap bulan dan dapat turun ataupun naik sesuai kondisi pasar.
    Untuk nomer dua, mohon maaf saya tidak bisa memberikan saran atau pandangan karena memang sistem reksadana bukan seperti keinginan mbak Dona. Mungkin mbak Dona berkenan untuk bisa membaca artikel saya mengenai keuntungan reksadana terlebih dahulu.

    Demikian penjelasan dari saya, semoga berkenan dan bisa memberikan pencerahan.
    Terima kasih.

  5. Pak, mohon masukannya untuk reksa dana syariah saham yang terbaik. Makasih sebelumnya pak.

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya pak Fairus.
    Untuk reksa dana saham syariah yang terbaik, adalah yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Bapak. Silakan di-riset baik dari sisi resiko maupun return, karena setiap investor memiliki preferensi yang berbeda.
    Saya bilang yang terbaik RDS syariah A, namun bisa saja pak Fairus tidak setuju karena tidak suka MI yang mengelola RDS syariah A ini, jadilah RDS Syariah tersebut bukan yang terbaik untuk Bapak. 🙂

    Bapak bisa riset menggunakan tools yang disediakan di bloomberg fund screener, portalreksadana, ataupun ipotfund. bisa tools untuk memilih return, memilih risk-reward-ratio, maupun lainnya.

    Bagi saya sendiri, syarat reksadana terbaik bagi saya adalah 1. informasi RD dan MI nya jelas, transparan dan mudah didapatkan, 2. ringan topup nya, 3. lebih dari 5 tahun.

    Terima kasih pak Fairus, semoga berkenan.

  6. Salam sejahtera,
    Trmksh atas pemaparan ttg RD di blog ini.
    Pak, apakah RD jg bs dilakukan dgn sistem bulanan sperti sistem debet, misal Rp.500rb/bln, selama dlm jangka waktu 2 thn dan bgmn sistem Returnnya, Klw memang ada jenis RD apa itu. Trmksh.

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya pak/mas Bejo,
    Untuk sistem debet, biasanya hanya memungkinkan bila kita membeli dari agen penjual bank (walaupun kalau tidak salah ada beberapa MI yang bisa melakukan auto-debet) seperti Bank Mandiri dan Commonwealth. Namun setau saya hanya 1 tahun dan dapat diperpanjang.

    Untuk return, tetap mengikuti fluktuasi harga unitnya Pak/Mas, tidak ada pengaruhnya apakah kita auto-debet ataupun lump-sum (sekali masuk).

    Misalkan (CONTOH) bulan pertama 500rb dan harga per unit 1500, maka kita akan mendapatkan 333,3333 unit. Bulan kedua 500rb dan harga per unit 1250 maka kita dapat 400 unit. Dan saat bulan ketiga sebelum top-up/auto-invest, misalkan total unit kita 733,3333 dan harga per unit 1700, maka dana kita menjadi Rp. 1.246.666, dimana return kita sebesar 24.66%.

    Auto-debet/auto-invest hanyalah memudahkan kita untuk melakukan pembelian secara otomatis tanpa melihat apakah harga per unitnya mahal atau murah. Hal ini cocok untuk belajar disiplin bagi investor pemula.

    Demikian, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  7. Pak RD saham yg saya punya NAB nya tdk naik banyak sehingga relatif stabil sejak beberapa bulan yg lalu. Sedangkan RD saham yg lain (berbeda MI) telah mengalami kenaikan NAB yg cukup tinggi. Menurut bapak apakah saya perlu mengganti ke RD saham yg lain yg kenaikan NAB nya lebih tinggi? Terimakasih

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya mbak Mira.
    Mohon diperhatikan bahwa, Reksadana Saham adalah investasi jangka panjang (>= 5 tahun).
    Kita asumsikan bahwa RDS mbak Mira saat ini adalah RDS A, dan RDS pembanding adalah RDS B.
    Untuk mengganti atau tidak, silakan dibandingkan dulu data historisnya untuk jangka waktu 5 tahun ke-belakang. Jika memang RDS A secara historis 5-10 tahun ke-belakang selalu dibawah RDS B, maka cukup bijak jika mbak Mira menggantinya.
    Namun jika RDS A hanya beberapa bulan dibawah RDS B, namun secara historis 5-10 tahun ternyata mencatatkan return yang jauh lebih baik, bisa jadi itu karena strategi investasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi.

    Sebagai informasi, pola strategi investasi secara fundamentalis (seperti Warren Buffet), umumnya jarang mencatatkan return yang gemilang pada jangka pendek (1 tahun atau kurang), namun dalam jangka panjang biasanya bisa jauh melampaui yang lainnya, dan dalam kejatuhan bursa biasanya tidak jatuh terlalu dalam seperti yang lainnya.

    Bisa juga “kekalahan” return terjadi karena sifat RDS tersebut yang hanya berkutat pada bidang/sektor tertentu (mis. infrastruktur, atau konsumsi) dan sektor tersebut sedang menurun pada saat ini. Jika mbak Mira ingin membandingkan, saran saya, carilah RDS yang memiliki target investasi, strategi investasi dan sektor yang sama agar lebih fair. Jika ternyata memang “kalah” secara historis, dapat dimaklumi jika akan berpindah haluan.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  8. Rencana mau beli rumah 1M nih 3-4 tahun lagi. Nah kan perlu DP 30% yaitu 300jt.

    Kira-kira, tepat gak ya kalau saya masukkan RD Saham?
    Saya sudah punya RD Saham. Sudah 3 tahun ini dapat return 25%.

    Terima kasih atas kunjungan mas Surya ke blog saya.
    Untuk menjawab pertanyaan diatas, silakan dijawab pertanyaan ini :
    Apakah mas Surya siap dengan kejatuhan bursa hingga -50% 3-4 tahun lagi?

    Secara statistik dan historis, reksa dana saham terbukti memberikan return yang besar JIKA dana tersebut di investasikan diatas 5 tahun. Bukan tidak mungkin dalam 3-4 tahun, hanya saja jika terjadi kejatuhan bursa, maka “recovery”nya butuh waktu lebih lama lagi. Silakan lihat IHSG 2008, baru recovery sekitar 2010 (2 tahun setelahnya).

    Kembali ke profil resiko mas Surya, apakah siap dengan high risk-high gain? 🙂

    Saya pribadi, jika memang masih ingin mengambil reksa dana saham, maka hanya sebagian kecil (10-40%), dimana bagian lainnya saya masukkan ke reksa dana pendapatan tetap, atau lebih aman justru hanya reksa dana campuran.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  9. Cari manajer investasi kmn ya mbak? Trs tempat investasi di mana? Saya pemulA ingin tau tempat untuk investasi dmn? dan spt apa

    Terima kasih atas kunjungannya mbak Julia.
    Manajer Investasi adalah sebuah perusahaan pengelola aset yang berbentuk PT.
    Daftarnya bisa dilihat di sini.

    Tempat untuk investasi? tergantung reksadananya, bisa ke MI langsung, atau ke bank-bank yang merupakan agen penjual, atau bisa juga online ke bareksa atau ipotfund.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.

  10. Pak jika saya masih mahasiswa dan tidak memiliki NPWP apakah bisa membeli reksadana ?

    Tidak masalah apakah anda mahasiswa, selama anda memiliki KTP dan NPWP, anda bisa berinvestasi di reksadana/saham.

    Jika anda tidak memiliki NPWP? Bisa menggunakan NPWP orang tua, atau kenapa tidak membuat sendiri? Toh gratis dan mudah. 😀

  11. Pak adi, boleh minta nmr telf ato pin bbm anda? Saya hendak bertanya banyak hal ttg reksa dana. Jika berkenan, mohon diemail ke email saya pak. Terimakasih.

    Terima kasih atas kunjungan pak Antonius ke blog saya, untuk personal contact, silakan layangkan pertanyaan anda melalui e-mail ke riadius [at] gmail [dot] com. Setiap e-mail akan saya usahakan jawab sejauh pengetahuan saya.

    Terima kasih, semoga berkenan.

  12. Halo,,
    Good Day Gan ,,

    Ane mau tanya ,,
    ane sebenarnya belum pernah investasi reksadana ya ,,
    dan skr ane mau menginvestasi reksadana ,,
    yang ane mau tanyakan itu ,,
    dari artikel yang agan tulis ,,
    untuk menentukan MI yang bagus,,
    bisa dilihat di Peringkat Manager Investasi sesuai yang agan tuliskan,,
    ada beberapa hal yang ane mau tanyakan ,,
    1. Sesuai dengan artikel yang agan tuliskan, pilihlah dari 10 Peringkat PT yang memiliki AUM Tertinggi, dan ane sudah membuka 1 1 nya dari no 1 sampai 10, dan yang mau ane tanyakan itu dari gambar Matrix nya itu bulat2nya ada yang ” Merah,Kuning&Hijau ” , itu maksudnya apa ya ??
    2. Apakah NAV (Rp) dari produk tersebut yang makin tinggi itu makin bagus ??
    3. Apakah dari 10 peringkat AUM yang tertinggi, jika kita ingin mengikuti Investasi Pasar Uang, dan sewaktu kita buka, terdapat ” Daftar Produk “, itu kita lihat dari jenisnya ? jika kalo kita mau invest pasar uang, maka jenis yang perlu kita selidiki itu yang “Pasar Uang” semua, yang lain itu tidak perlu?
    4. Setelah kita membuka Daftar Produk, terdapat ” Periode dan Kuadran “, disitu tertulis Kuadran ada Gold,Diamond&Rock, itu maksudnya apa ya ?? apakah itu hasil dari kelola MI, jika ” Rock ” berarti itu semacam kurang bagus, jika “Gold” berarti normal,Jika “Diamond” berarti itu dari kelolaan tersebut sangat bagus ?
    5. Kita mau menginvestasi, misalkan saya investasi 10juta, itu uangnya semua langsung dikelola oleh ” MI ” secara bersih?? atau ” MI ” itu cuman bersifat seperti alamat2/toko2 yang memberitahukan kita harga suatu produk dan kita yang membeli/menjualnya ??
    6. Ketika kita mau menginvestasi, dari daftar tersebut meliputi beberapa jenis ” Pasar Uang ” dari beberapa produk, dari yang saya perkirakan, misalkan saya mau invest di PT Investasi Mandiri Manajemen, itu Produk tersebut jika memiliki warna yang lebih terang ( setau saya Merah=Warning, Kuning=Normal, Hijau=Good ), itu makin terang makin bagus? terus dari NAV(Rp), itu makin tinggi makin bagus? dan sewaktu kita mau investasi di PT tersebut, PT tersebut kan memiliki banyak produk, apakah produk tersebut kita sendiri yang pilih ? atau mereka sendiri ?
    7. Ketika kita sudah menginvestasi, misalkan jangka waktu 1 tahun, jika kita mengclaim sebelum 1 tahun, apakah tidak bisa? or hasilnya hangus or gimana ?

    Terima kasih agan Ariki atas kunjungannya di blog saya.
    Sebetulnya, jawabannya tidak panjang, tapi juga tidak pendek, namun karena komentarnya cukup panjang dan setiap pertanyaan berisi sub-sub-pertanyaan, jadi cukup butuh waktu untuk memetakan pertanyaan dengan jawabannya 🙂

    1. Bisa dilihat pada tulisan ini, warna me-representasi-kan besar-kecil (bonafid -total AUM-) MI nya. Hijau merupakan MI besar, kuning sedang, merah merupakan MI kecil.
    2. Bisa ya, bisa tidak, tergantung MI-nya. Bisa dibaca di artikel pak Rudiyanto disini.
    3. Ya, betul. Sesuaikan riset/pencarian dengan kebutuhan (walaupun biasanya liat jenis yang lain kadang tergoda).
    4. Ya. Diamond adalah yang terbaik, Gold bagus, sedangkan Bronze adalah normal dan Rock sebaiknya tidak diambil.
    5. Bersih. Kalau sifatnya informatif namanya konsultan hehehe…
    6. Warna berkorelasi dengan MI, bukan dengan produk. Untuk mencari produk yang terbaik, cari yang makin mendekati pojok kanan atas. Atau anda bisa baca panduannya di bawah grafik 😀 Untuk produk mereka, kita sendiri yang memilih hendak di investasikan di produk mereka yang mana.
    7. 1 tahun, sekian tahun itu kita sendiri yang menentukan, itu batasan logis, bukan batasan aturan. Mau hari ini invest lusa di redeem juga ga dilarang oleh MI nya.

    Tambahan, untuk Pasar Uang, risikonya sangat rendah, saya rasa yang dibutuhkan hanya membandingkan return nya saja (dan beberapa nilai informatif). Saya pribadi saat memilih Reksadana Pasar Uang hanya membandingkan return mana yang terbesar yang dimiliki 10 MI terbaik dengan informasi produk yang paling lengkap. Screening akan lebih optimal digunakan untuk memilih produk Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran maupun Reksadana Saham.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  13. Pak adi, saya boleh tanya ?
    misalkan saya mempunyai uang 10juta,
    dan ingin menginvestasi reksa dana pasar uang,
    itu kata pak adi 1-2 tahun,
    kalo pak adi jadi saya,
    diantara 1-2 tahun,
    brp lamakah pak adi akan menginvestasi?
    1/2tahun?1tahun?1 1/2 tahun? atau 2 tahun ??

    Terima kasih atas kunjungan pak Long ke blog saya.
    Untuk jawaban tersebut, saya kembalikan ke pak Long, kapan saya membutuhkan dana 10jt tersebut? Apakah saya butuh dana 10jt tersebut 6 bulan, 12 bulan atau bahkan 24 bulan lagi dari saat ini?

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  14. halo gan ,,
    bukan bermaksud spam ya ,,
    soalna orang dibawah wda dijawab ane belum ,,
    maybe agan ga keliat aja ,,
    jadi ane mau ulang comment ,,

    hehehe… tenang aja Gan… Pasti dijawab, tapi karena panjaaaang, jadi jawabannya juga agak panjaaaang, dan perlu mikir yang agak lamaaa hehehe… dijawab koq 😀

    makasih banyak atensinya gan 😀

  15. Selamat siang

    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
    1. Bagaimana kita mendapatkan nilai per unit (contoh nilai per unit di REKSA DANA SCHRODER 90 PLUS EQUITY FUND)? apakah hanya bisa kita dapatkan setelah kita mengunjungi agen?

    2. Saya telah membaca seputar reksadana, untuk fee 1-2% dari distributor/agen apakah itu tergantung negosiasi atau fixed rate?

    3. Apakah agen kemitraan (contoh BCA) akan memberikan kita informasi /nasehat yang terbaik atau hanya menawarkan sesuai kemauan agen?

    4. Apakah investasi reksadana di Prudential (sekaligus asuransi) merupakan salah satu investasi yg baik? karena dalam 3 tahun memiliki return sampai 30%?

    Terima kasih

    Selamat malam pak Agus, terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.

    1. jika yang anda maksudkan adalah NAB/harga reksadana per unitnya, maka anda bisa lihat di situs MI yang bersangkutan, atau bisa lihat di bloomberg, ataupun situs berita online kontan. Untuk contoh yang anda gunakan Schroder 90 Plus, anda bisa lihat disini, disini ataupun disini. Harga ini update setiap harinya.
    Namun jika yang anda maksudkan adalah jumlah investasi anda, bisa anda tanyakan ke agen penjual (di ipotfund sepertinya online infonya, dan di commbank bisa dilihat setelah login ke i-bankingnya) ataupun bisa anda tunggu laporan rutin dari MI setiap bulannya.

    2. Untuk fee, tergantung agen nya, ada yang fixed, ada pula yang nego jika nominalnya sangat besar. Ada pula justru yang free seperti ipotfund (sejauh yang saya baca, mereka berbagi semacam manajemen fee dengan MI). Tapi dengan asumsi nominal normal/rendah, maka umumnya prosentase tersebut fee.

    3. Tergantung agen nya, ada yang memberikan informasi terbaik, namun kalau saya perhatikan sepertinya yang ditawarkan yang fee nya besar. Ada pula malah yang mem-belok-kan ke produk milik agen 😀 Umumnya pihak agen tidak terlalu detil/dalam mengetahui produk2nya. Jika anda inginkan informasi/nasihat yang terbaik, saya sangat menyarankan anda untuk menghubungi perencana keuangan INDEPENDEN seperti Aidil akbar, QMFinancial, ZapFinance, Safir Senduk atau lainnya.

    4. Anda bertujuan untuk berinvestasi, atau proteksi? Saya sangat tidak menyarankan untuk mengambil unitlink karena hasil yang anda dapatkan tidak akan maksimal/optimal. Silakan anda hitung dan bandingkan sendiri premi unitlink dengan konvensional untuk tujuan dan manfaat yang sama, dan anda tambahkan nilai yang hendak anda investasikan.
    Jika anda berniat untuk investasi jangka panjang, investasikanlah di reksadana/saham, namun jika anda berniat untuk melakukan proteksi keuangan, ambilah asuransi konvensional. Hasil yang didapatkan dari investasi lebih maksimal, proteksi/manfaat yang didapatkan dari asuransi lebih maksimal dengan premi yang minimal.
    Kalau anda hanya berpatokan dengan return 30% selama 3 tahun, bukankah produk yang anda contohkan (Schroder 90 Plus) juga memberikan return sekitar 31.79%? Atau mungkin anda bisa lirik Batavia Dana Saham Optimal dengan return sekitar 41%.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  16. Pak saya ingin bertanya. Kalau saya masih mahasiswa dan tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak memiliki npwp. Apakah saya bisa investasi reksadana? Kalau bisa bank mana saja yang tidak mewajibkan pengunaan npwp?

    terimakasih mas Piter atas kunjungannya.

    Sebetulnya, yang mensyaratkan NPWP itu pemerintah (pajak & ojk), jadi agen penjual maupun MI, harus patuh atas aturan tersebut. Kalau anda bertanya bisa, jawabannya bisa, menggunakan NPWP orang tua. Kalau anda ingin investasi di bank, setau saya, bank itu malah lebih ketat aturannya. Coba anda tanyakan ke ipotfund.

    Demikian dari saya,
    Terima kasih.

  17. P. Adi yth,
    Saya sudah punya reksadana saham dan pendapatan tetap beli di ipotfund, amankah transaksi online di ipotfund. Bila terjadi masalah di kemudian hari apakah dana kita bisa diambil, bagaimana cara mengurusnya. Terakhir apakah konfirmasi pembelian bisa dipakai sebagai bukti kepemilikan reksadana. Terimakasih.

    pak Purwa yth,
    Yang bisa anda gunakan sebagai bukti kepemilikan reksadana adalah konfirmasi pembelian baik dari agen penjual, manajer investasi, maupun dari bank kustodian (yang akan sampai ~2-4 minggu setelah transaksi).

    Terima kasih, semoga berkenan.

  18. Apa tiap beli RD selalu mendapat konfirmasi bukti kepemilikan?. Ato cuma pertama beli aja?. Klo konfirmasi bukti kepemilikan blm terima trus pengen beli lagi gimana?

    Terima kasih bu Sugeng atas kunjungannya ke blog saya.

    Bukti transfer ataupun bukti beli pun bisa menjadi bukti kepemilikan reksadana, selama mengirimnya ke rekening reksadananya, bukan rekening lain. Dan setelah pembelian, bank kustodian akan mengirimkan bukti/surat pembelian reksadana sekitar 7-14 hari, itu bisa dijadikan bukti kepemilikan. Atau laporan bulanan dari bank kustodian juga bisa menjadi bukti kepemilikan.
    Belum terima mau beli lagi? ga masalah, nanti anda akan menerima 2 bukti pembelian (kalau tidak salah) dari bank kustodian.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  19. Sore pak, dari awal tulisan bapak diatas sudah saya baca dan menarik utk diikuti hingga komen2 yg bapak berikan atas pertanyaan2 yg masuk ke blog bapak. Saya sudah buka account reksadana di bareksa.com sejak april 2015 lalu tapi blm melakukan transaksi sekalipun. Mereka menawarkan bisa beli reksadana mulai 100rb. Seperti apa mekanismenya dan apakah 100rb itu per transaksi atau per bulan?
    Jika kita ingin invest di RDS minimal dimulai brp juta? Apakah bisa kita lakukan top up RDS jika IHSG sedang turun? Atau apakah RDS itu hanyak sekali benamkan modal dan tinggal menunggu wktu penjualan 5-10 tahun lagi?

    Terima kasih

    Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya,
    Untuk mekanisme nya, bisa anda baca di FAQ mereka. Namun secara umum, pembelian rd biasanya kita beli/transfer ke rekening reksadana (BUKAN rekening perusahaan/agen), nantinya akan dicatat dan dikirimkan surat laporan pembelian oleh bank kustodian.
    100rb rupiah itu adalah nominal terkecil per 1x pembelian yang bisa dilakukan. Anda mau 100rb per bulan juga ga masalah, berarti beli 1x setiap bulan. Atau anda hanya ingin membeli 1x saja 100rb juga boleh.

    Investasi di RDS, tergantung produk yang hendak dibeli, mulai dari 50-100rb s/d tak terbatas hehehe… Anda bisa top-up kapanpun anda mau. Setiap hari bisa, setiap minggu bisa, setiap bulan bisa, setiap tahun boleh, sekali saja pun ga ada masalah. Bisa saja anda top up menunggu IHSG turun, tapi apakah anda tahu kapan selesai turunnya? apakah anda tahu berapa nilai ter-rendahnya?

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  20. Permisi mau konsultasi,.
    Selamat siang, saya punya dana nganggur 50jt tiap tahun.
    Rencana saya 10 tahun lagi saya ingin memiliki rumah dan mobil total 2M.
    Dalam jangka 10 tahun itu saya top up 50jt pertahun, yg artinya dalam 10 tahun terkumpul 500jt di reksadana.
    Nah pertanyaan saya, saya ingin ambil reksadana syariah, reksadana syariah apa yg sebaiknya saya ambil?
    Lalu perkiraan perhitungannya seperti apa? Terimakasih
    Selamat siang

    Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya,
    Dengan nominal sebesar itu, akan lebih maksimal jika anda berkonsultasi langsung ke Independent Financial Planner yang jauh lebih berkompeten untuk membantu anda mengarahkan asset anda.

    Secara mudah, produk/jenis reksadana sebaiknya yang anda ambil adalah yang sesuai dengan profil resiko anda. Jika anda investor tipe agresif, anda bisa mengambil reksadana saham syariah, namun jika moderat, anda bisa mengambil reksadana campuran syariah.

    Untuk PERKIRAAN perhitungan, anda bisa menggunakan beberapa produk simulasi kalkulator investasi yang banyak tersedia di internet.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.

  21. Selamat siang pak,

    Saya mau bertanya karena masih bingung ttg reksadana 🙁
    Mungkin saya termasuk yang moderate konservatif, seperti yang bapak tulis, untuk “mendapatkan feel nya” coba masing2 reksadana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham).
    Pertanyaan saya, menurut pendapat bapak pribadi reksadana mana saja yang bagus / baik untuk dibeli saat ini dari masing2 jenis reksadana (PU, PT, C dan S) dan bagaimana cara menentukan / cara bapak menilai itu bagus / baiknya?

    Terimakasih atas informasi dan penjelasan bapak nantinya

    Selamat pagi bu Siti Hajar,

    Pendapat saya mengenai mencoba semua jenis reksadana itu, biasanya untuk memuaskan curiosity calon investor/investor pemula yang masih ragu mengenai profil resikonya, sekaligus agar investor pemula merasakan bagaimana tingkat ketegangannya antara setiap jenis reksadana. Perasaan seseorang saat mendapatkan return tiap harinya di RDPU tentu akan berbeda saat mengetahui dana nya tiba2 berkurang terus selama seminggu karena bursa saham turun di RDS.

    Mohon maaf untuk rekomendasi/produk yang bagus, saya tidak ada, karena definisi bagus/baik bagi setiap individu adalah berbeda 🙂
    Cara/definisi saya sendiri dalam mencari produk reksadana yang bagus/baik sudah saya tuliskan lengkap pada url yang Ibu berikan, persis seperti itu, ditambah dengan preferensi saya untuk produk yang informasinya lengkap dan dapat diakses dengan mudah melalui internet.

    Demikian dari saya, mohon maaf bila kurang berkenan.
    Terima kasih atas atensi dan kunjungannya ke blog saya. 🙂

  22. permisi pak gini saya mau nanya. kan gini saya kan masih mahasiswa . saya disuruh ortu saya untuk usaha nah jadi saya ingin sekali belajar investasi, nah dari situlah saya rencanya mau investasi reksadana pendapatan tetap. saya memiliki modal 12jt pertahun. nah yang saya ingin tanyakan pak,

    1) misalnya saja ingin menabung dengka jangka waktu 3 tahun. kemudian saya dihadapkan dipermasalah investasi pertahun atau perbulan. nah menurut bapak yang mana yang memiliki keuntungan yg terbaik untuk saya ( untuk keterangan uang investasi nya merupakan uang yang tidak dipakai sama sekali) ? karena saya lihat disimulasi kok hasil perhitungan menabung per bulan dan pertahun beda ? mohon pencerahannya pak .terimakasih

    2) kemudian pak misalnya saja saya memiliki uang 10 jt. dan direksadana tersebut investasi awal minimal 1 jt ,kemudian apabila saya menginvestasikan awal pembeliannya 5 jt saja. apakah modal investasi awal yang tdi berpengaruh terhadap keutungan di akhir nanti (3 tahun) ? ataukah uang yang 10 jt tdi saya investasi kan sebagai investasi awal. mohon maaf pak,jika berkenan tolong dibantu ya pak.
    terimakasih sebelumnya.

  23. Selamat malam Pak,
    Ada bbrp hal yg ingin sy tanyakan terkait bagaimana membaca data yg ditampilkan pada ipot evaluator (sy menggunakan ipot fund utk mencoba pembelian RD).
    Mohon bantuannya utk dapat dijelaskan masing-masing keterangan ini:
    Ipot Top Overall
    -Score: menunjukkan apa?
    – % change nav
    – % draw down
    – Unit growth

    Selain informasi NAV dan sharpe indikator apa yg mjd acuan pemilihan Fund name?

    Di keterangan Nav 3bln ada angka 7, dst. Apakah ini artinya return dlm 3 bln sebesar 7% kah?

    Demikian pertanyaan saya, sebelumnya terima kasih banyak atas bantuannya.

  24. tanya pak, bank mana yg bagus utk buka RD sprti minim fee beli dan jual ato top up misalnya, mkasih…

  25. Maaf pak saya ingin bertanya cukup banyak, karena saya cukup tertarik dengan reksadana ini
    1. Kalau dilihat dari penjelasan dan artikel bapak, dalam berinvestasi di reksadana ini keuntungan yang kita dapat, murni dari selisih NAB awal kita berinvestasi dengan NAb saat ingin melakukan penarikan. Pertanyaan saya ketika berinvestasi uang kita akan berubah menjadi unti penyertaan sesuai dengan jumlah investasi dibagi nilai NAb, apakah setelah jangka waktu tertentu unti penyertaan kita juga bertambah sesuai pertambahan NAB ataukah tetap? Jika tetap apakah berarti kita harus terus mengwasi pertambahan NAB atau melakukan transaksi penjualan dan pembelian agar dana kita berkembang dengan baik.
    2. Disalah satu artikel saya membaca bahwa ketika produk reksadana pertama kali dibuka atau diluncurkan NABnya adalah 1000. Apakah berarti ketika saya melihat suatu produk reksdana yang NABnya bernilai dibawah 1000, produk tersebut mengalami kerugian. Apakah ada batas atas Nilai aktiva bersih dari suatu produk reksadana sehingga ketika suatu produk menyentuh batas tersebut nilainya akan diubah menjadi 1000 kembali?
    3. NAb atau NAv yang menjadi patokan nilai investasi kita, apakah mungkin dapat bertambah ataupun berkurang cukup drastis dalam satu hari, misalnya di hari seni NAb produk XYZ 1234,56 kemudian dihari selasa pukul 13.00 NAB produk menjadi 1235,67?
    Terima kasih pak, mohon bantuannya.

  26. Selamat malam pak, bagus sekali blognya sangat membantu sekali. Ada hal yang ingin saya tanyakan. Begini pak, misalnya saya invest di reksadana campuran 1 jt perbulan target 10 tahun (masa kerja 10 thn. dan 1 jt di reksadana saham target 15 tahun. dengan cara auto debet di bank mandiri. Misalnya setelah 10 tahun tentunya reksdana campuran saya hentikan auto debetnya dan sudah bisa di petik hasilnya , bisa ditarik seluruhnya kan pak? dengan menjual seluruh unit reksadana campuran ? kalau saya biarkan saja dana itu hanya di jual sejumlah unit sesuai kebutuhan saya perbulannya untuk tambahan uang pensiunan bulanan dari kantor bisa kan pak? Sedangkan untuk reksadana saham masih auto debet 5 tahun lagi. setelah 15 thn saya hentikan investnya dan saya ingin menikmati hasilnya sebagai tambahan dana pensiun dengan cara menjual sejumlah unit yang diperlukan setiap bulannya, bisa kan pak? bagaimana dengan sisa unit yang tidak saya jual apakah akan bertambah atau bagaimana pak? mohon infonya, terima kasih sebelumnya pak.

  27. pak saya ada dana 200jt, saya investasikan 5 tahun, enaknya pilih reksadana campuran atau pendapatan tetap ?

  28. salam.
    utk pemuala.biaya pembelian reksadana rp 500rb.dalam jangka waktu 3 bulan pa bisa langsung kt ambil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *