Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula

Sudah membaca artikel reksadana tapi bingung kemana/gimana mulainya ? Bagaimana sebetulnya cara investasi reksadana untuk pemula ? Sulit ga sih? Atau justru malah mudah sekali?

Seperti juga membuka rekening tabungan, memulai berinvestasi reksadana sama mudahnya. Jika membuka rekening tabungan datang ke bank, maka membuka rekening reksadana juga ke bank ataupun ke manajer investasi, tergantung yang mana pilihan kita.

Berikut panduan sederhana langkah demi langkah untuk memulai investasi reksadana untuk pemula. Perhatikan bahwa panduan ini saya coba buat sesederhana mungkin untuk bisa langsung diikuti, jadi kalau memang udah pengen nyoba, langsung aja diikuti 😀

1. Pilih reksadana yang akan dibeli. Langkah ini penting, karena menentukan dimana kita akan membeli/mendaftar/membuka rekening, juga menentukan dana minimal yang dibutuhkan untuk investasi. Untuk menentukan reksadana apa yang sekiranya mau dibeli, mungkin artikel ini bisa jadi bahan bacaan.

2. Setelah memilih akan investasi ke reksadana apa, cari informasi di situs web dari MI tersebut, prospektus atau disini, apakah kita bisa membeli langsung dari Manajer Investasi (seperti contohnya Panin atau Trimegah), atau harus ke agen penjual (seperti contohnya Schroders/BNP Paribas hanya memperkenankan pembelian melalui agen penjualnya di bank mandiri, bank commonwealth ataupun lainnya). Informasi yang paling jelas biasanya ada di situs Manajer Investasi tersebut, seperti contohnya untuk reksadana Mandiri Investa Pasar Uang dari Mandiri Manajemen Investasi, di halaman ini tab ketiga ada daftar agen penjual dimana kita bisa membelinya yaitu di Bank Mandiri, Bank Commonwealth, Mandiri Sekuritas, Bank ANZ, Citibank, Bank Permata dan lainnya.

3. Kalau sudah tahu dimana kita bisa membelinya, misalkan kita bisa membeli di agen penjual bank commonwealth, ya kita datangi aja kantor/cabang bank tersebut yang melayani pembelian reksadana, bilang kita mau buka rekening investasi reksadana.
Perlu diingat, tidak semua cabang bisa melayani, dalam hal bank mandiri, biasanya hanya cabang utama yang bisa, kalau untuk commbank, setau saya bisa semua untuk cabang (-bukan-kantor-kas-atau-pembantu-). Atau jika dapat dibeli di supermarket reksadana online seperti ipotfund, ya tinggal register aja dan ikuti prosedurnya. Untuk beberapa reksadana yang hanya bisa dibeli dari MI nya (seperti panin), ya kunjungi situs web atau kantor cabangnya, dan bilang kita mau investasi reksadana.

Baca juga :   Beberapa kelebihan dan kelemahan/kekurangan Reksadana

4. Setelah kita dateng dan ketemu mbak CSnya, kita bilang bahwa kita mau buka rekening investasi reksadana, nanti oleh mbak CS akan diberikan form untuk diisi. Jangan lupa siapkan KTP dan NPWP (beserta foto kopinya), karena syarat rekening investasi reksadana ataupun saham adalah KTP NPWP.
Akan ada cukup banyak form dan berulang, jadi, yang sabar ya hehe…
Akan ada sebuah form yang bernama profil resiko investor, dari form ini akan diketahui apakah kita tipe investor konservatif, moderat atau agresif. Disini nanti akan diberikan saran oleh CSnya produk reksadana seperti apa yang sebaiknya kita ambil dan sesuai profil resiko kita.

5. Jika selesai mengisi form, dan kita telah memberitahukan produk apa yang akan kita beli, biasanya mbak CS akan memberikan preview/penjelasan mengenai produk itu, sekaligus detil teknis berinvestasi/membeli produk tsb. Salah satunya no. rekening reksadana tersebut dan nilai/jumlah minimal investasi (ini seharusnya kita sudah tahu jika kita membaca prospektus, brosur maupun fund-fact-sheet nya).
Jika kita membeli langsung dari MI, maka transfer uang sesuai dengan yang kita inginkan untuk investasi ke rekening tersebut dan kirim/berikan copy dari bukti transfer ke MI/CSnya untuk diproses sebagai pembelian awal (begitu pula pembelian berikutnya). Wajib diingat, rekening untuk penyetoran haruslah nama reksadana tersebut, bukan merupakan rekening pribadi ataupun rekening perusahaan.
Jika kita membeli dari agen penjual Bank, biasanya kita diberikan form dan mengisinya dengan nominal, dan dana tsb akan dipotong dari rekening tabungan kita.

6. Menunggu. 😀 Jika kita melakukan transaksi beli lewat dari jam 13.00 WIB, maka tanggal eksekusinya adalah H+1, bukan hari H. Tunggu sekitar 3-14 hari setelah hari eksekusi, akan ada surat dari MI mengenai rekening reksadana kita dan transaksi kita. Simpan surat tersebut menjadi semacam buku tabungan/historis transaksi kita. Kalau mau, disarankan menyimpan surat lainnya yang akan datang setiap bulannya sebagai laporan rekening reksadana kita.
Jadi kalau bertanya-tanya, apa bukti reksadana kita, ya laporan bulanan.

Baca juga :   Bagaimana menghitung keuntungan reksadana?

7. SELESAI. Selamat, anda sudah menjadi investor Reksadana di Indonesia 🙂

Kalau nanti mau beli lagi gimana? ya ikuti aja prosedurnya dari langkah 3, tapi ga usah isi form baru, paling cuma isi form pembelian. Untuk supermarket reksadana online seperti i-banking commbank atau ipotfund, cukup klik saja 😀

Oh ya, perlu diketahui, laporan bulanan yang datang adalah per reksadana. Jadi kalau anda berinvestasi di 4 reksadana, maka surat yang akan datang setiap bulan berjumlah 4 buah. Dan kalau anda melakukan transaksi pembelian/top-up ataupun penjualan/redeem, maka jumlah suratnya bertambah sesuai jumlah transaksi :D.
Bisa dibayangkan kalau anda top-up di 4 buah reksadana, maka surat yang datang sebanyak 8 buah. Beberapa tahun berulang seperti itu, anda perlu membeli map untuk mengarsipkan 😀 Atau justru kardus 😀

Demikian pengalaman saya pribadi, cara praktis dan sederhana investasi reksadana untuk pemula. Gampang kan? 🙂

DISCLAIMER : Penyebutan merk/nama produk bukan sebagai rekomendasi atau sinyal beli atau jual, melainkan hanya sebagai kepentingan informasi dan data saja. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Author: Febriadi

Male, over quarter century old...

24 thoughts on “Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula”

  1. mau nanya pak..?
    klo tempat saya di tulungagung jatim,bisa beli dimna ya klo pingin beli reksa dana saya cari informasinya kok ada nya di kota besar semua ya mohon penjelasan nya…?

    selamat Pagi pak Bona, terima kasih telah mengunjungi blog saya.
    Untuk calon investor yang tinggal di kota-kota yang bukan kota besar seperti surabaya/jakarta/jogja, ada beberapa cara :

    1. Membeli/mendaftarkan langsung ke MI melalui jalur online atau surat menyurat. Ini umum dilakukan beberapa MI, kita mendaftarkan via website, atau mengunduh formulirnya, lalu dikembalikan melalui pos (khusus pendaftaran awal, karena umumnya dibutuhkan tanda tangan asli).
    Begitu pula saat membeli, kita transfer dana nya, kemudian unduh formulirnya, dan dikirimkan scan form yang telah di isi melalui e-mail beserta copy/scan bukti transfer. Ada juga MI yang memberikan kemudahan beli dan jual reksadana secara online, namun biasanya hanya produknya sendiri.

    2. Datang ke MI terdekat dari kota anda. Dalam hal tulungagung, bisa datang ke Malang/Surabaya untuk pendaftaran awal. Biasanya, pembelian berikutnya bisa melalui e-mail atau pos/semacamnya.

    3. Melalui supermarket reksadana online. Contoh supermarket reksadana yang sudah full online adalah ipotfund. Dalam hal ini, semua full melalui web/situsnya.

    4. Melalui supermarket reksadana biasa/agen penjual. Supermarket reksadana/agen penjual yang umum dan cabangnya cukup tersebar luas adalah Bank. 2 Bank yang produknya cukup banyak dan minimal investasinya rendah setahu saya adalah Bank Mandiri dan Bank Commonwealth. Bank lain banyak juga sih produknya, tapi biasanya minimal investasinya ga nguatin (ada yang 10jt, ada yang 5jt…, di 2 bank ini kalo ga salah 100-500rb).
    Untuk Bank Commonwealth, anda bisa datang untuk mendaftar dan membeli pertama kali ke Malang/Surabaya, dan berikutnya bisa membeli/menjual secara online langsung menggunakan internet bankingnya (pengalaman saya pribadi).
    Sedangkan untuk Bank Mandiri, biasanya Kantor Cabang Utama bisa melayani pembelian reksadana. Silakan anda tanyakan ke Mandiri KC Tulungagung Jln. Sudirman No. 55 atau Mandiri KC Kediri Jln Diponegoro No. 17. Kalau ga bisa juga, berarti ke KC Utama Malang Jln. Wahid Hasyim atau KC Utama Surabaya Jln. Veteran.
    Perlu di ingat bahwa sampai saat ini setahu saya, bank Mandiri belum menerapkan sistem jual/beli online untuk reksadana, jadi kalau anda mau beli/jual, anda harus datang ke KC nya dan ikut antri di CS. Dulu awal-awal bisa di KCP, namun sejak tahun 2013 seinget saya hanya bisa di KC.

  2. Salam sejahtera,
    Saya seorang mahasiswa, ingin membuka reksa dana.
    namun saya belum punya npwp Karena saya belum punya penghasilan.
    Sedangkan seperti artikel bapak di atas. Salah satu syarat reksa dana adalah memiliki NPWP.
    bagaimana mengatasinya?

    Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya mbak Dea.
    Untuk berinvestasi walaupun belum memiliki NPWP, dari saya pribadi ada 2 solusi.
    1. Menggunakan NPWP orang tua, hal ini dimungkinkan & dibolehkan selama mbak Dea belum bekerja (kalau tidak salah).
    2. Mendaftarkan/membuat NPWP. Karena sudah mahasiswa, maka (umumnya) mbak Dea sudah memiliki KTP. Adapun syarat untuk membuat NPWP adalah KTP, maka mbak Dea bisa membuatnya di kantor pajak terdekat. toh sekaligus belajar pajak. Dapat ditanyakan juga ke account manager di kantor pajak terdekat mengenai detilnya.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  3. Kalo agen/bank penjual reksadana BNP Paribas Pesona Syariah yang ada di Bandung itu di bank mana saja ya Pak?

    Terimakasih

    Terima kasih pak Anton atas kunjungannya ke blog saya.

    Untuk agen penjual BNP Paribas Pesona Syariah bisa coba datang ke
    – bank mandiri cabang utama di bandung (Jl. Asia Afrika No. 107)
    bank syariah mandiri cabang utama di bandung (Jl. Ir. H. Juanda)
    bank commonwealth bandung (Jln. Ir. H. Juanda)
    – atau via online di ipotfund, atau di ipot (Jln. Sunda)
    – atau bisa dilihat disini untuk ditanyakan satu-per-satu.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  4. Salam,saya pemula. Mau investasi reksadana syariah. Brp nilai inves terkecil, reksadana syariah mana yg di rekomendasikan di pontianak ?

    terima kasih atas kunjungannya di blog saya.
    Untuk nilai investasi minimal terkecil, tergantung reksadana dan agen penjualnya, karena setiap reksadana berbeda-beda. Ada yang mensyaratkan 50rb, 100rb, 500rb ada pula yang puluhan juta.
    Saya tidak bisa memberikan rekomendasi, karena profil resiko setiap orang berbeda, namun mungkin anda bisa memilih sendiri dengan membaca artikel ini.

    Untuk di pontianak, bisa coba ke agen penjual bank mandiri, commonwealth bank, atau secara online via ipotfund/bareksa. Atau mungkin saat anda keliling kota, misalkan anda temukan asset management atau sekuritas bisa coba ditanyakan.

    Demikian dari saya,
    Terima kasih.

  5. Saya sudah beli rekssdana di ipotfund antaralain bnp paribas pesona syariah dan mnc dana syariah, apakah menurut bapak transaksi di ipotfund aman dan dalam pengawasan OJK, bila terjadi kebangkrutan di kemudian hari apakah dana kita bisa diambil, dan kemana mengurusnya. Apakah konfirmasi pembelian bisa menjadi bukti yg kuat atas kepemilikan reksadana .

    Halo pak Purwa, terima kasih atas kunjungannya di blog saya.

    Untuk ipotfund, seperti yang bisa Bapak lihat di halaman FAQ, bahwa Bapak akan mendapatkan RDI dan SID, itu adalah bukti yang sah dan legal secara hukum bahwa Bapak adalah investor. Untuk transaksinya, Bapak bisa gunakan bukti konfirmasi pembelian, ataupun surat bukti pembelian dari bank kustodian/manajer investasi yang datang sekitar 2-4 minggu setelah pembelian. Atau Bapak juga bisa gunakan surat informasi saldo reksadana yang akan dikirimkan oleh bank kustodian sebulan sekali.

    Jika Bapak menanyakan kebangkrutan, yang bangkrut siapa? ipotfund/agen penjual, MI, atau bank kustodian?
    Jika yang bangkrut ipotfund/ipotfund, dana anda masih sangat aman karena dipegang oleh bank kustodian. Jika yang bangkrut MI pun, sejauh yang saya tahu, dana anda masih tetap aman karena ada di bank kustodian. Jika yang bangkrut bank kustodian? sejauh yang saya tahu, tetap saja dana anda aman karena dana tersebut adalah milik nasabah (Manajer investasi). Hanya untuk prosedurnya bagaimana, saya belum begitu mengerti. Itu kalau reksadana nya resmi dan berizin. Kalau bodong macam century, ya kita tau lah seperti apa hehehehe…

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  6. assalamu’alaikum pak febriadi, mhon bantuannya pak jujur sy masih kurang faham cara kerja reksa dana. Saya sempet ke bank menanyakan perihal reksa dana namun penjelasan CS bank membingungkan pdahal sy kepingin sekali ikut reksa dana,,(maklum sy jg masih awam) pertanyaan sy…
    1.apa dengan ikut reksa dana sy akan selalu untung atau bisa jadi rugi alias tekor atau mlah modal awal sy hilang atau tidak kembali/ jumlah uang dlm rekening sy bisa susut? karena setelah sy baca menurut pemahaman sy semua tergantung kondisi pasar uang dan bank tdk bertanggung jawab.
    2. Mohon penjelasanya kapan sy bisa dpt untung dan kapan sy bisa rugi? keuntungannya apa akan di transfer tiap bulan di rekening atau dalam waktu tertentu mis. 1 th? atau sy dpt untung saat harga reksa dana sy mulai melambung kemudian sy jual kembali?
    3. Menurut bapak saya lebih baik ikut reksa dana yg jenis apa? karena sy bukan org yang faham soal reksa dana.
    4. Setelah mendaftar reksa dana di bank, apakah yg memilih MI itu sy atau dri pihak bank yng bersangkutan sendiri?
    Terima ksih sebelumx mhon maaf jika ada pemahaman sy yg slah saat bertanya di karenakan sy masih awam. Wasalamu’alaikum wr wb

    Wa’alaikumsalam wr wb. bu Wulan. Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.

    1. rumus investasi yang perlu diingat : TIDAK ADA SATUPUN INVESTASI YANG PASTI UNTUNG, APAPUN (kecuali investasi akhirat). Anda masukkan dana anda di deposito pun tidak menjamin untung jika dibandingkan dengan likuiditas (coba kalau anda cairkan sebelum waktunya, pasti kena denda, malah jadi minus, bukan plus) dan inflasi. Untung atau rugi saat anda berinvestasi di reksadana bisa diminimalisir dengan memilih MI yang bagus, produk yang sesuai dengan anda, dan yang PENTING, JANGKA WAKTU YANG SESUAI DENGAN JENIS reksadananya.
    Bank memang tidak bertanggung jawab karena bank hanya merupakan agen penjual. MI pun tidak bertanggung jawab atas turun-naiknya karena hal tersebut sesuai dengan mekanisme pasar. Namun MI bertanggung jawab atas dana anda (dana anda benar-benar dibelikan produk keuangan sesuai jenis produk reksadananya).

    2. Seperti apa keuntungan reksadana bisa anda baca di artikel ini.

    3. Lebih baik anda isi dulu profil resiko anda, dari situ nanti terlihat apakah anda investor konservatif, moderat atau agresif. Dari situ baru bisa dipilih jenis investasi yang sesuai untuk anda. Walaupun calon investor awam sekalipun, bisa saja dia merupakan investor agresif. Dan bukan tidak ada, investor yang sudah lama berkecimpung di reksadana merupakan investor moderat.

    4. Yang memilih produk adalah anda.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  7. Wah sangat membantu sekali artikelnya terutama bagi pemula seperti saya. Saya sempat kebingungan harus beli dimana produk reksadananya, ternyata bisa juga di bank yang ditunjuk ya.
    Kalau boleh saya sekalian tanya pak.
    Menurut bapak manakah yang lebih menguntungkan antara reksadana saham dan kita sendiri yang melakukan pembelian saham ya?
    Terima kasih sebelumnya atas tanggapannya 🙂

    Selamat datang pak Dwi di blog saya.
    Menguntungkan mana antara rds dengan saham, dari sisi resiko dan gain jelas lebih menguntungkan membeli saham secara langsung (dengan catatan, mengetahui valuasi sahamnya), namun perlu diingat juga, bahwa di saat reksadana saham saat ini turun sekitar 20%, banyak saham sudah jatuh -50% atau bahkan lebih dalam periode yang sama.

    Jika anda membeli reksadana saham, anda hanya perlu fokus pada MI dan produknya, jika membeli saham langsung anda harus mampu menganalisa fundamental dari setiap perusahaan (minimal untuk screening saham awal), dan harus mampu bersabar untuk menunggu saat termurah membeli sahamnya.

    Demikian gambaran dari saya, semoga berkenan,
    Terima kasih.

  8. Saya tadinya mau membeli polis asuransi untuk anak, namun setelah melihat perbandingan asuransi dengan reksadana sepertinya lebih banyak untung dari reksadana,..
    Cuma masih bingung keuntungan kita dari reksadana itu gimana ya?

    Terima kasih atas kunjungan pak Lukman ke blog saya,

    Menurut saya, jika asuransi yang akan dibeli adalah asuransi kesehatan, maka benar anak anda juga harus memilikinya. Namun jika untuk asuransi jiwa, maka yang harusnya memiliki polis adalah orang tuanya agar jika terjadi resiko pada orang tuanya, uang pertanggungan akan cair dan dapat digunakan untuk pendidikan anak.

    Namun untuk biaya pendidikan anak di masa depan, menurut saya aka lebih optimal jika membeli reksadana saham (karena sebetulnya asuransi pendidikan pun asuransi jiwa ditambahkan dengan reksadana dan biaya-biaya macam-macam).

    Adapun untuk menghitung keuntungan reksadana, pak Lukman bisa membaca artikel saya http://adi.pramono.info/2014/12/20/bagaimana-menghitung-keuntungan-reksadana/. Secara singkat, perhitungan reksadana itu kurang lebih seperti emas, menggunakan sistem unit.

    Demikian dari saya,
    Terima kasih.

  9. jadi kepingin investasi di reksadana, tapi gimana cara bikin npwp wong saya cuma pedagan kecil. terus apa boleh jika saya misalnya hanya beli 1 reksadana yg nominal terkecil misal 100rb. hanya 100rb tok.

    Selamat datang Akang, di blog saya.

    Cara membuat NPWP adalah dengan datang ke kantor pajak terdekat. NPWP gratis, mudah dan cepat proses pembuatannya. NPWP merupakan kewajiban bagi semua warga negara indonesia, terlepas dari apa profesi dan berapa pendapatannya.
    Karena Akang pedagang, kalau bisa mulai usaha/dagangan sedari kecil sudah melek pajak, jangan sampai begitu besar malah jadi masalah karena dianggap ngemplang pajak. Toh untuk UKM (kalau tidak salah), pajaknya 1% dari omset dan untuk pegawai jika dibawah PTKP tetap tidak kena pajak.

    Kembali ke topik reksadana, adalah hak calon investor untuk berinvestasi sesuai dengan NILAI MINIMUM investasi. Jadi jika nilai minimum investasi adalah 100rb, itu adalah hak anda, dan sangat sah dan diperbolehkan untuk anda berinvestasi hanya 100rb saja sebanyak satu kali.

    Justru reksadana dibuat dengan nilai serendah mungkin untuk bisa menjangkau kalangan masyarakat yang lebih luas (padahal saya juga pernah beli saham hanya 100 lembar dengan total 30rb rupiah saja hehe).

    Demikian dari saya Kang, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  10. Assalamualaikum wr.wb
    Menarik membaca artikel, satu hal yg ingin saya tanya karna saya masih awam. Kapan kita akan mendapatkan keuntungannya bila kita menanam investasi pertama.apakah pertahun atau perbulan

    Wa’alaikumsalam mas Bryan, terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.

    Reksadana tidak seperti deposito yang menjanjikan return bulanan secara fixed. Pada reksadana, keuntungan akan mas Bryan dapatkan saat mas Bryan menjual unitnya yang NABnya sudah naik dari saat NAB beli. Bisa 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun ataupun bertahun-tahun kemudian, terserah kapan mas Bryan menjualnya.

    Informasi yang lebih detilnya bisa baca artikel saya http://adi.pramono.info/2014/12/20/bagaimana-menghitung-keuntungan-reksadana/ .

    Demikian dari saya, mohon maaf bila kurang berkenan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum.

  11. Assalamualaikum wr.wb
    setelah baca tentang dana reksa saya tertarik…namun saya msih Sma
    bisakah saya menjadi investor dana reksa terlbih dengan min 100rb
    trus lngkah yang bisa saya lakukan apa?

    Wa’alaikumsalam wr wb. Makasih Devin atas kunjungannya ke blog saya.
    Setiap warga negara indonesia bisa/berhak menjadi investor reksadana, selama memiliki KTP dan NPWP. Kalau masih SMU, coba pakai NPWP orang tua, atau bisa juga orang tua yang buatkan rekening reksadana untuk kamu.

    Langkah2nya, dateng aja ke Manajer Investasi atau Agen Penjual terdekat, tanyakan ke mereka detilnya, beserta form2nya.

    Semoga berkenan.
    terima kasih.

  12. Assalamualaikum wrwb gan, sy nopal anak sma, nih klo sy baca artikel sampean serasa udh 99% ngerti, tapi ada satu lg nih pertanyaan dr sy, itu kabar dari MI nya isinya gmn ya?? Ada kabar NABnya? Terus klo pengen jual(redem) itu harus nelpon mi dlu atau datang ke bank(agennya) utk ngisi form penjualan? Makasih ya gan sebelumnyaaaaaa

    Wa’alaikumsalam wr. wb. Terima kasih mas Naufal atas kunjungannya ke blog saya.
    Untuk kabar dari MI itu berbentuk surat yang dikirimkan ke alamat kita. Ada NABnya, jumlah unit kita. Kurang lebih seperti gambar ini.
    surat konfirmasi reksadana

    Untuk redeem sepengetahuan saya harus datang ke MI atau agen untuk mengisi form penjualan. Kalau sudah punya formnya mungkin tinggal isi dan kirimkan. Untuk offline biasanya cukup klik jual.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  13. malem mas admin,
    terimakasih untuk artikelnya yg sangat membantu bagi saya yg nubi di reksadana, mo tanya mas..
    1. klo setelah buka reksadana..trus proses dah berlangsung beberapa waktu saya ingin nambah dana di reksadana tersebut, gimana caranya ya..apakah bisa ditambah / harus buka akun baru.
    2. untuk mengetahui perkembangan naik/turun nya produk saya yg dibeli MI secara online via gadget bisa? gimana caranya ya?
    3. perhitungan kasar ni mas.. klo saya ngambil reksadana saham schroder 5 tahun -Rp 5 juta, kira” keuntungannya berapa ya mas??
    tx berat ya mas

    Selamat malam mas Indra, terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.
    1. Untuk menambah dana/top-up, tidak perlu membuka akun baru. Untuk pembelian di MI/offline umumnya cukup dengan men-transfer dana yang ingin kita tambahkan ke rekening reksadana tersebut (rekening reksadana ya, bukan rekening perusahaan, apalagi rekening personal), kemudian mengisi dan mengirimkan form pembelian ke MI yang bersangkutan. Sedangkan untuk pembelian online biasanya cukup klik pembelian, pilih reksadananya dan masukkan nominal/jumlahnya, maka otomatis di proses, namun pastikan ada/cukup dana yang tersedia. Wajib di-ingat, waktu pemrosesan adalah maksimal pukul 13.00 WIB, lebih dari jam tersebut maka akan diproses hari kerja besoknya.

    2. Untuk memonitor secara online biasanya sih masuk ke akunnya melalui browser, nanti bisa dilihat. Untuk detilnya mohon maaf saya tidak pernah memonitor di gadget karena saya biarkan saja, atau biasanya saya lihat jika kebetulan saya sedang melakukan pembelian, itu pun di laptop/pc.

    3. Keuntungannya tidak dapat diprediksi karena pasar bersifat dinamis, namun bisa diperkirakan sendiri dengan melihat data historis produk yang bersangkutan di bloomberg ataupun portal-portal reksadana seperti infovesta, portalreksadana, ipotfund ataupun bareksa. Anda masuk 2003 akan berbeda hasilnya dengan anda masuk 2008, berbeda pula hasilnya dengan anda masuk 2011.

    Demikian dari saya, semoga berkenan.
    Terima kasih.

  14. Siang mas Admin,
    Maaf mhn..apa bs dibantu pencerahan terkait invest di Reksa Dana atau apapun jenisnya krn sy masih belum mengenal dunia itu..
    Saya sdg bingung krn sy sdh dipensiun dari tempat kerja sementara ada modal sedikit (s/d Rp500 jt) yg mungkin bisa menghasilkan ..karena setiap bulan sy masih berharap ada pemasukan yg rutine dari modal dana yg sy punyai tsb..
    Kalau main Investasi di Rekasa Dana dibanding Investasi Logam Mulia..(dgn tujuan sama yaitu bisa menikmati hasilnya tiap bulanya).. kira2 gmn ya pandangan mas Admin
    Demikian atas bantuannya sebelumnya sy ucapin trims se-banyak2nya…

  15. asalamu’alaikum
    pak..klo investasi reksadana,, cukup memberikan modal saat pertamakali? lalu selanjutnya tidak ada pembiayaan yg harus saya keluarkan?? atau bagaimana pak, mohon penjelasannya

  16. salam,

    saya ingin berinvestasi di reksadana syariah, tapi masih belum yakin karena tidak di jamin LPS. Bagaimana caranya supaya menemukan rekasana yang aman?

    salam dari entreprenuer muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *